Mengenal Berbagai Jenis Kayu (part 2)

Published August 21, 2017

Dalam dunia furnitur, kayu biasa dijadikan bahan utama. Jenis-jenis kayu juga beragam, dan pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai 11 jenis kayu yang biasanya juga dijadikan sebagai bahan baku furnitur. Agar menambah pengetahuan lebih banyak lagi artikel ini akan lebih lanjut mengulas beberapa jenis kayu yang juga biasa digunakan dalam pembuatan furnitur.

 

1.Kayu Sungkai

Kayu  berwarna  terang  ini  merupakan  material  Kayu  yang sering  digunakan  oleh pengrajin  untuk  membuat  furniture  indoor.  Kayu  Sungkai  juga  diolah oleh  industri menjadi  veneer  yang  warna  dan  coraknya  banyak  diminati. Dari segi kualitas, meskipun coraknya cukup menawan, kayu ini hanya termasuk kayu Kelas Kuat II dan III dan Kelas Awet II dan III.

 

2.Kayu Pinus dan Cemara

Pohon Pinus dan Cemara memiliki ciri fisik dan nama latin yang berbeda pula, namun corak kayunya  tidak  berbeda  terlalu  signifikan.  Kayu  Cemara  memiliki  warna  yang  lebih  menonjol dibandingkan Kayu Pinus, Kayu Cemara terkesan lebih merah dan pekat dibandingkan warna Kayu Pinus yang lebih kuning dan terang. Kayu Pinus dan Cemara termasuk  Kayu  dengan  Kelas  Awet dan Kuat  level  III.  Kayu  Pinus dan Cemara  memiliki densitas/kepadatan  480-520  kg/m3  dan  kadar  air MC 12%  dan  butuh waktu 12-15 hari  untuk pengeringan. Meskipun Kayu Pinus dan Cemara kini sering digunakan untuk  furniture, sebaiknya perlu diingat bahwa kayu ini merupakan kayu dengan kekuatan dan keawetan rendah, warnanya mudah berubah dibawah  sinar  matahari.

3.Kayu Mahoni

Butuh kayu untuk dibengkok-kan atau di-bend dan mampu bertahan lama dalam bentuk tertentu serta sangat  baik  difinishing  duco  atau  alami  maka  Kayu  Mahoni merupakan  kayu  yang  tepat.  Baik secara vertikal maupun secara horizontal Kayu Mahoni cukup baik dalam uji tekan sehingga dapat diaplikasikan  penggergajian  dari  berbagai arah dengan  baik.  Karna  kayu  ini  lebih  lunak dibandingkan Kayu Jati, Kayu ini cukup mudah untuk diukir dan dibentuk sesuai keinginan.

 

4.Kayu Aren

Kayu Aren atau Ruyung terhitung keras dan jika disabet pinggirannya setajam sembilu (berbahan bambu) . Pengolahan Kayu Aren dapat merusak mesin pengolah seperti ketam mesin dan gergaji lebih cepat dibandingkan kayu yang lain, hal ini disebabkan Kayu Aren memiliki urat kayu yang berwarna hitam yang sangat keras. Karena masih dalam keluarga Palma, Kayu Aren memiliki corak seperti Kayu Kelapa, namun perbedaan yang kontras dapat terlihat dari warna-nya yang jauh lebih gelap dibandingkan Kayu Kelapa. Untuk diketahui, bahwa kayu ini tidak cocok untuk dijadikan bahan furnitur. Biasanya digunakan sebagai bahan pembuat perabotan dapur atau hiasan rumah.

 

5.Kayu Birch

Kayu  Birch  terbagi  menjadi  dua  jenis,  yaitu  Birch  kuning,  kayu  dengan warna  kuning  pucat  dengan  bagian  inti  berwarna  coklat  kemerahan,  dan Birch berwarna putih. Birch tersedia dalam bentuk siap pakai dan harganya lebih  murah  dari  pada solid  wood lainnya. Kayu  ini  mudah  untuk  diolah karena lunak, namun kayu ini memiliki kekuatan kelas IV dan kelas awet III yang  membuat  tidak  dianjurkan  untuk  penempatan  luar  ruangan  dan bersentuhan dengan tanah, untuk menghindari air.

 

6.Kayu Beech

Kayu beech adalah jenis kayu solid yang sering digunakan untuk konstruksi   rumah   maupun   pembuatan  furnitur, pigura, dan peralatan rumah tangga. Kayu ini memiliki kelas kekuatan IV dan  awet  III,  membuat  kayu  ini  tidak disarankan  untuk penempatan di tempat  lembab  dan  luar  ruangan,  karena  rentan terhadap  rayap. Tetapi,  kayu ini  cukup  kuat  terhadap  air  dan tahan lama.

 

7.Kayu Oak

Kayu Oak adalah kayu dengan kualitas bengkokan  yang  baik,  tahan  lama, dapat di-finishing dengan baik dan tahan terhadap penyerapan kelembapan atau tahan air. Kayu ini tersedia dalam dua jenis, kayu oak merah dan oak putih, dengan  oak  putih  lebih  sering  digunakan  karena  lebih  menarik.  Kayu Oak popular karena memiliki warna yang cantik serta urat kayunya memiliki pola “ray flake” yang  indah.  Kayu  Oak  memiliki  kekuatan  kelas II dan  kelas awet III, sehingga cocok untuk furnitur luar ruangan karena tahan air. Namun, kayu  ini  sebaiknya  dihindari  dari  tekanan  atau  benturan  keras  karena  dapat mudah rusak.

 

8.Kayu Elm

Kayu Elm adalah  kayu yang cukup  kuat dan dapat  diolah menjadi apapun, dengan  warna  cokelat  gelap  yang  menarik,  membuat  cukup  banyak  dipakai. Kayu ini memiliki kekuatan kelas IV dan kelas awet III, sehingga hanya cocok untuk furnitur dalam ruangan. Furnitur kayu  ini dianjurkan untuk diletakkan berjauhan dengan tempat lembab agar tidak rusak  terhadap air dan serangga.

 

9.Kayu Bambu

Jenis kayu ini sering ditemui sehari-hari. Bambu memiliki kelebihan karena mudah  ditemukan  membuat  harga  tidak  tinggi. Kayu ini  memiliki kekuatan yang cukup kuat, ringan, elastisitas tinggi, dan  ramah  lingkungan saat digunakan. Namun jenis kayu ini memiliki  kekurangan karena karakteristik setiap bambu yang berbeda cukup  menyulitkan untuk  diolah,  serta  detail sambungan yang cukup rumit, membuatnya harus menggunakan teknik khusus dalam pengolahan. Furnitur dengan bambu sebaiknya dijauhkan dari tempat yang lembab dan sering dilakukan pengaplikasian finishing berkala untuk menjauhkan dari serangga maupun jamur yang mudah menyerang bambu.

 

 

10. Kayu Karet

Warna kayu karet berwarna putih kekuningan, sedikit krem ketika baru saja dibelah  atau  dipotong.  Ketika  sudah  mulai  mengering  akan  berubah sedikit kecoklatan. Tidak  terdapat  perbedaan  warna  yang  menyolok  pada  kayu  gubal dengan kayu teras. Bisa dikatakan hampir tidak terdapat kayu teras pada rubberwood. Kayu karet tergolong kayu lunak – keras, tapi lumayan berat dengan densitas antara 435-625 kg/m3 dalam level kekeringan kayu 12%. Kayu Karet termasuk kelas kuat II, dan kelas awet III, sehingga kayu karet dapat digunakan sebagai substitusi alternatif kayu alam untuk bahan konstruksi.

11.Kayu Akasia

Kayu Akasia (acacia mangium), mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

12.Kayu Gelam

Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu, kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton, sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap. Kayu ini tidak cocok untuk produk furnitur dan bahan bangunan lainnya karena memiliki sifat keras dimana kayu tersebut akan pecah dengan sendirinya ketika dalam ruangan.



Published in Uncategorized




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • FOLLOW US
Graha 415 - 4th Floor Jl. Ciputat Raya No. 47 Pondok Pinang - Jakarta 12310 INDONESIA
Phone
Fax
021 75918626