Mengenal Berbagai Jenis Kayu (Part 1)

Published August 10, 2017

Kayu seringkali menjadi bahan dasar dan bahan utama pembuatan sebuah furnitur. Setiap jenis kayu memiliki keunggulan dan fungsi masing-masing, tidak semua kayu cocok untuk dijadikan meja, tidak semua kayu bisa dijadikan kursi. Sama juga tidak semua kayu bobotnya berat, dan tidak semua kayu bisa berusia panjang jika dimanfaatkan sebagai pelengkap rumah tertentu. Namun, setiap jenis kayu memiliki spesifikasi dan keunikannya masing-masing. Nah di artikel kali ini, Alegre akan memperkenalkan berbagai macam jenis kayu lapis yang biasa dijadikan bahan-bahan pembentuk furnitur.

 

1.Kayu Merbau

Kayu Merbau termasuk salah satu jenis  kayu yang cukup keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati.  Merbau juga  terbukti  tahan  terhadap  serangga atau rayap karena kayu Merbau  mempunyai  getah  berwarna  kemerahan  dimana  getah  tersebut  memberikan  efek

anti body sehingga  serangga atau rayap  tidak  menyukai  kayu  Merbau.Termasuk  kayu  dengan  Kelas  Awet

I, II, dan  Kelas  Kuat I, II. Warna kayu Merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya

highlight kuning. Kayu Merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap.

 

2.Kayu Jati

Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan atau furnitur. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu Jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak didalam kayu itu sendiri.

 

3.Kayu Kamper

Kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan atau furnitur yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai maka retak rambut jarang ditemui. Termasuk kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan tropis di Kalimantan.

4.Kayu Mangga

Pohon  mangga  berperawakan  besar,  dapat  mencapai  tinggi 40m atau lebih, meski kebanyakan mangga peliharaan hanya sekitar 10m atau kurang. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas  tangkai  daun. Warna pepagan (kulit  batang) yang sudah tua biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.

 

5.Kayu Mindi

Kayu  pohon  mindi  banyak  tumbuh  pada  daerah–daerah  yang beriklim tropis, seperti Indonesia.n Meskipun Kayu mindi memiliki kelas kekuatan II-III dan keawetan II-III yang  merupakan  tingkat  sedang,  kayu  ini  mudah  diolah melalui dipotong, diserut, atau dibentuk, membuat kayu ini sering digunakan sebagai material utama berbagai macam furnitur dalam ruangan.

 

6.Kayu Kelapa

Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.

 

7.Kayu Albasia

Kayu Sengon atau Albasia merupakan kayu khas daerah tropis dan dapat dengan mudah ditemui diberbagai toko material dalam bentuk kaso atau papan. Kayu Albasia termasuk kayu yang lunak dan sulit untuk langsung difinishing, karakternya yang berbulu dan berpori-pori besar dan mudah patah membuat Kayu ini tidak dapat langsung dijadikan material pembuat produk. Meskipun demikian permintaan  Albasia  yang meningkat dari tahun  ketahun  memberikan  bukti  bahwa  penggunaan  dan  manfaat  yang  disadari produsen  atas  kayu  ini  juga  semakin  luas.

 

8.Kayu Meranti

Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Dapat digunakan sebagai Furniture pengganti kayu Jati. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II,

IV.

 

9.Kayu Cendana

Wangi, itulah kesan pertama yang anda dapatkan pada kayu Cendana. Kayu yang sering  digunakan  sebagai  bahan  baku  dupa  dan  produk-produk  kerajinan ini sebenarnya bukan merupakan  golongan  pohon  yang  tinggi  bahkan  bisa  disebut sebagai parasit. Pohon Cendana hanya tumbuh hingga 15 meter dengan diameter batang  hanya 30 cm,  sulit  dibudidayakan dan membutuhkan waktu  yang  cukup lama untuk dapat dipanen namun sangat diminati dipasaran.

 

  1. Kayu Trembesi

Dengan tingkat  keawetan  kelas IV dan  Kelas  Kuat  III, kayu  Trembesi termasuk ke kategori  kurang  awet  karna  menghasilkan  minyak kayu  yang  membuatnya tahan terhadap serangan rayap lebih sedikit dibandingkan dengan Kayu Jati. Kayu Tembesi semakin diminati karena mudah tumbuh di daerah tropis dan cocok untuk furnitur indoor.

 

  1. Sonokeling

Ini  dia  Rosewood-nya  Indonesia,  Sonokeling,  Sonobrit, Sonosungu atau Sanakeling merupakan kayu yang  memiliki  corak  yang  indah, bewarna coklat gelap dengan alur-alur  berwarna  hitam membuat kayu ini terlihat sangat eksotis. Kayu ini juga  termasuk  kayu  indah kelas 1, kelas  awet I dan kelas kuat II. Karna Sonokeling termasuk kayu keras, maka kayu ini dahulunya sering digunakan sebagai bahan konstruksi dan bahan pembuat kusen-kusen mewah yang kuat.

Kayu seringkali menjadi bahan dasar dan bahan utama pembuatan sebuah furnitur. Setiap jenis kayu memiliki keunggulan dan fungsi masing-masing, tidak semua kayu cocok untuk dijadikan meja, tidak semua kayu bisa dijadikan kursi. Sama juga tidak semua kayu bobotnya berat, dan tidak semua kayu bisa berusia panjang jika dimanfaatkan sebagai pelengkap rumah tertentu. Namun, setiap jenis kayu memiliki spesifikasi dan keunikannya masing-masing. Nah di artikel kali ini, Alegre akan memperkenalkan berbagai macam jenis kayu lapis yang biasa dijadikan bahan-bahan pembentuk furnitur.

 

 



Published in Uncategorized




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • FOLLOW US
Graha 415 - 4th Floor Jl. Ciputat Raya No. 47 Pondok Pinang - Jakarta 12310 INDONESIA
Phone
Fax
021 75918626